KPK Tangkap Bupati Lampung Tengah

  • Mustafa dan ajudannya, diamankan penyidik KPK, Kamis (15/2/2018) sore di Bandar Lampung terkait operasi tangkap tangan (OTT) sehubungan adanya dugaan suap berkaitan dengan pinjaman daerah pada APBD Lampung Tengah tahun 2018.

    Bupati Lampung Tengah, Mustafa,  tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta Selatan, Kamis (15/2/2018) malam.

    Mustafa datang bersama dengan seorang ajudannya.

    Tak seperti biasa, penyidik KPK mengarahkan Mustafa masuk Gedung KPK melalui pintu belakang.

    "Tim sudah membawa Bupati Lampung Tengah ke KPK untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan," ujar Febri di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (16/2/2018)

    Febri menerangkan, KPK perlu melakukan pemeriksaan secara intensif sebelum menentukan status hukum Mustafa.

    "Sudah dibawa masuk tadi dan akan langsung melanjutkan pemeriksaan awal," ujar Febri.

    Penangkapan Mustafa ini menyusul operasi tangkap tangan yang sebelumnya sudah dilakukan KPK pada Rabu (15/2/2018) malam.

    Mereka terdiri dari anggota DPRD Lampung Tengah, pihak Pemkab Lampung Tengah dan pihak swasta.

    OTT ini diduga berkaitan dengan suap dari eksekutif dalam hal ini pejabat di Pemkab Lampung Tengah kepada legislatif.

    Suap itu diduga agar DPRD Pemkab Lampung Tengah menyetujui soal usulan pinjaman.

    Pemerintah Lampung Tengah mengajukan usulan pinjaman pembangunan kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) senilai Rp 300 miliar.

    Namun, usulan tersebut tidak mendapat persetujuan dari sejumlah anggota DPRD Lampung Tengah karena dianggap tidak menerapkan asas keadilan.

    Dalam OTT ini, KPK menyita uang sekitar Rp 1 miliar dalam bentuk pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000 di dalam kardus.

    Mustofa sendiri saat dikonfirmasi sebelumnya mengaku mengetahui tentang rencana pinjaman tersebut.

    "Ya, saya tahu, saya hadir dalam rapat paripurna tetapi saya walk out.Saya serahkan pada dewan yang merupakan wakil rakyat, selebihnya saya tidak mengetahui pembahasan itu," kata dia beberapa jam sebelum ikut ditangkap KPK.

    "Jadi kami konfirmasi ada kegiatan tim di lapangan, di Lampung dan Jakarta. Kami amankan totalnya ada 14 orang, di Lampung dan Jakarta. Unsurnya DPRD, kemudian pejabat di Pemda dan pihak swasta," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (15/2) dini hari.