Fabel Adalah

  • Fabel adalah salah satu dongeng yang menampilkan binatang sebagai tokoh utama. Tokoh tersebut dapat berpikir, berperasaan, berbicara, bersikap dan berinteraksi seperti manusia. Fabel bersifat didaktis untuk mendidik. Fabel digunakan sebagai kiasan kehidupan manusia dan untuk mendidik masyarakat.

     

    Pengertian Fabel Menurut Para Ahli

    Berikut ini terdapat beberapa pengertian fabel menurut para ahli, antara lain sebagai berikut:

     

    1. Menurut KBBI

    Fabel berasal dari bahasa Inggris, yaitu “Fable” artinya cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang diperankan oleh hewan.


    2. Menurut (Danandjaja, 2002, h. 26)

    Fabel adalah yang Tokohnya: Bintangan peliharaan dan hewan liar yang dapat berbicara dan berakal budi seperti manusia.


    Ciri-Ciri Fabel

    Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri fabel, antara lain sebagai berikut:

    • Bersifat Fiksi
    • Tokoh para binatang bisa berbicara seperti manusia
    • Kata Pembuka biasanya pada zaman dahulu, pada suatu hari, alkisah.
    • Watak tokoh para bnatang digambarkan ada yang baik dan ada yang buruk (seperti watak manusia).
    • Cerita memiliki rangkaian peristiwa yang menunjukkan kejadian sebab-akibat. Rangkaian sebab- akibat diurutkan dari awal sampai akhir.
    • Penceritaan Pendek
    • Menunjukkan penggambaran moral
    • Fabel menggunakan latar alam (hutan, sungai, kolam, dll).
    • Ciri bahasa yang digunakan,yaitu:
      1. Kalimat naratif/ peristiwa
      2. Kalimat langsung yang berupa dialog para tokoh,
      3. Menggunakan kata sehari-hari dalam situasi  tidak formal (bahasa percakapan).

    Struktur Teks Fabel

    Berikut ini terdapat beberapa struktur teks fabel, antara lain sebagai berikut:

    1. Tokoh: orang/ hewan yang menjadi pelaku dalam cerita (tokoh protagonis, atau antagonis, tokoh utama atau  tokoh pembantu).
    2. Ciri tokoh utama adalah (1) sering dibicarakan; (2) sering muncul; dan (3) menjadi pusat cerita (menggerakkan jalan cerita). Tokoh pembantu adalah tokoh tambahan.
    3. Penokohan: pemberian karakter pada tokoh. Karakter bisa bersifat protagonis/yang disukai atau tokoh antagonis/yang  tidak disukai.
    4. Watak tokoh  dapat  disimpulkan  dari  penggambaran  fisik, penggambaran tindakan tokoh, dialog tokoh, monolog, atau komentar/ narasi penulis terhadap tokoh.
    5. Setting atau latar adalah tempat dan waktu kejadian serta suasana dalam cerita. Ada tiga jenis latar, yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar sosial.
    6. Tema adalah gagasan yang mendasari cerita. Tema dapat ditemukan dari kalimat kunci yang diungkapkan tokoh, atau penyimpulan keseluruhan peristiwa sebab-akibat pada cerita.
    7. Amanat adalah  pesan  yang disampaikan    penulis  secara tidak langsung. Amanat disimpulkan dari sikap penulis terhadap permasalahan yang diangkat pada cerita.