3 Komponen Yang Menanggung Kerugian Jika Film Tidak Lak

  • kerugian pembuatan film

    Sesuatu hal yang dipasarkan dan ditunjukan ke khalayak luas, harapannya ialah diterima oleh masyarakat, sehingga akan laku di pasaran.
    Begitu juga dalam pembuatan sebuah film, mengharapkan film tersebut dapat menjadi tontonan yang menarik untuk masyarakat. Sehingga tiketnya akan terjual dengan banyak. Dan pasti akan mendapatkan keuntungan, paling tidak akan balik modal.

    Namun bila sebaliknya? Produksi film tersebut dapat dikatakan tidak berhasil. Oleh karena itu, mengapa premier film di buatkan besar – besaran, mengundang para penjabat dan artis papan atas. Karena hal tersebut merupakan strategi pemasaran untuk menggugah para pencinta film lainnya untuk menonton.

    Tidak hanya itu, sebagai salah satu promosi ialah dengan nobar (nonton bareng) para pemain film – film turut hadir untuk meramaikan acara nobar tersebut serta menjadi daya tarik agar masyarakat semakin penasaran. Belum lagi promo – promo di radio yang dilakukan, tidak hanya 1 atau 2 pasti lebih. Dan bila segala promosi untuk menarik penonton agar tertarik, tidak berhasil. Maka film produksi tersebut terditeksi akan mengalami kerugian.

    Berikut 3 (tiga) komponen yang menanggung kerugian jika film tidak laku :

    Investor

    Film sudah menjadi industri dalam ranah hiburan. Sehingga tingkat penjualan menjadi suatu hal yang penting. Untung dan rugi sangat di perhitungan.

    Karena sudah menjadi industri, pasti memiliki investor yang membantu dalam pembuatan film tersebut. Investor inilah yang menanggung kerugian jika film tidak laku.

    Investor merupakan orang yang bersedia membiayai pembuatan film tersebut, sehingga segala kebutuhan pada pembuatan film tersebut menjadi tanggung jawab investor.

    Rumah produksi

    Rumah produksi merupakan tempat yang manaungi pembuatan film tersebut. Rumah produksi ini yang menghitung dan memperkirakan biaya – biaya yang dibutuhkan dalam produksi film.

    Tidak hanya memikirkan biaya – biaya produksi, rumah produksi film pun akan memikirkan bagaiman caranya film ini menjadi terkenal dan masyarakat tertarik untuk menonton film tersebut. karena kalau tidak? Rumah produksi mengalami kerugian.

    Dikarenakan rumah produksi merupakan rumah bernaungan pembuatan film, sehingga ikut bertanggung jawab apabila adanya kerugiaan jika film tidak laku. Ibarat sekolah, yang bertanggung jawab bila ada siswa yang mengalami sesuatu yang tidak enak, rumah produksi pun begitu bertanggung keseluruhan yang terjadi pada pembuatan film ataupun kerugian jika film ini tidak laku.

    Produser

    Produser memiliki peran yang cukup penting. Karena ia orang yang bertanggung jawab penuh terhadap film.

    Berawal dari konsep dan ide – ide produser dengan tim kreatif, kemudian mengajukan proposal kepada para investor untuk membiayai pembuatan film. Bila tidak mendapatkan investor, produser lah yang menangung untuk membiayai pembuatan film tersebut.

    Sehingga, bila terjadi kerugian dikarenakan film tidak laku salah satu tanggung jawab produser.

    Karena dialah yang menjadi pimpinan serta otak untuk menjalankan pembuatan film.