PT STTC P.Siantar Simalungun Sumut

  • PT STTC P.Siantar Simalungun

    Dampak Positif Yang Dirasakan Masyarakat Dengan Keberadaan PT STTC

         Keberadaan PT STTC yang sudah beroperasi puluhan tahun memberikan dampak perkembangan perekonomian yang sangat besar dan pesat. Bukan saja bagi masyarakat dan Kota Siantar tapi juga daerah lain di sekitarnya.

         Selama operasinya, perusahaan rokok terbesar di luar Pulau Jawa ini juga sangat menghormati kearifan lokal budaya Simalungun. sehingga sangat pemerintah dan masyarakat patut mendukung kelanjutannya. Demikian dikatakan Ketua Dewan Pengurus Pusat Usaha Penyelamatan Asset Simalungun (DPP-UPAS) Januarison Saragih SH MHUm kepada METRO Kamis (13/11).

         Dijelaskan Januarison, informasi yang diperolehnya, saat ini PT STTC memiliki karyawan sekitar 5.000 orang yang menerima gaji sesuai ketentuan pemerintah. “Katakanlah setiap karyawan memiliki tanggungan 4 orang saja, maka ada sekitar 20.000 jiwa yang menerima manfaat keberadaan PT STTC di kota yang bermotto Sapangambei Manoktok Hitei ini,” ujarnya.

         Selain itu, keberdaan PT STTC juga menimbulkan multiplier effect (efek peningkatan pada pendapatan pengganda, red) yang sangat besar bagi warga sekitar perusahaan umumnya Kota Siantar. Pasalnya banyak Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang mendapatkan manfaat atas aktifitas karyawan PT STTC mulai dari pedagang kecil, supir angkot, pedagang makanan. Jika dikalkulasi, diperkirakan miliaran rupiah uang berputar sebagai dampak multiplier effect tersebut.

          Keberadaan PT STTC sangat besar manfaatnya terhadap perkembangan masyarakat dan Kota Pematangsiantar. Jadi keberadaannya sangat perlu didukung semua pihak,” tegas Januarison.
    Sejak dulupun PT STTC sangat menghargai kearifan lokal daerah ini sebagai ‘tanoh hasusuran’ (asal muasal Etnis Simalungun, red).

         Lihat saja, semua bangunan dan tugunya selalu menonjolkan ornamen budaya Simalungun. Bahkan pemilik PT STTC Alm Sintong Bingei sudah ditabalkan menjadi Marga Purba sehingga namanya menjadi Sintong Bingei Purba Siboro. “Penabalan Marga Purba Siboro ketika itu tanpa muatan politis, hanya karena mereka sangat menghargai budaya Simalungun di tanahnya sendiri,” tegasnya.

         PT STTC juga sangat perduli dengan peningkatan sumber daya masyarakat (SDM) warga Pematangsiantar dengan membangun Perpustakaan Umum “Sintong Bingei” di Pusat Kota Siantar. Dengan contoh perbuatan dan tindakan PT STTC, harus diakui perusahaan ini memberikan sumbangsih yang sangat besar bagi masyarakat secara umum Pemko Siantar melalui pendapatan pajak dan cukai rokok.

         “PT STTc adalah asset bangsa yang semua kita wajib menjaganya. Kalau ada hal yang dianggap melanggar aturan dilakukan managemen PT STTC di negara ini, silahkan ditindaklanjuti sesuai aturan dan hukum yang berlaku. Kurang elok jika mencari-cari persoalan dan kesalahan, sebab kalau sifatnya mencari-cari maka sangatlah tidak objektif,” katanya.

         Januarison yang juga dosen Fakultas Hukum Universitas Simalungun ini meminta seluruh masyarakat Kota Siantar agar semua melakukan revolusi mental, demi terwujudnya percepatan kesejahteraan.